Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan
9out of 10 based on 10 ratings.
Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Waduh, 5 Aksi Hacker Muda Bikin Heboh


Aksi-aksi hacker memang sering membuat heboh karena sasaran hacking mereka adalah sesuatu yang banyak dikenal/diketahui orang. Jika sesuatu yang telah banyak dikenal/diketahui orang tersebut mengalami perubahan (diretas) tentu saja hal tersebut menjadi hot news dan membuat orang-orang heboh dengan apa yang telah dilakukan oleh hacker.

Tidak sedikit hacker yang bisa dibilang masih berusia muda melakukan kenakalan dengan meretas sebuah situs. Dalam dua tahun terakhir memang banyak sekali peretas remaja yang menunjukkan kenakalannya dengan membobol suatu situs, mencuri data di dalamnya, hingga melakukan penyadapan hanya untuk kesenangan belaka. Aksi yang mereka lakukan memang membuat heboh.


Ada hacker yang bernasib baik hingga kemudian bisa memiliki penghasilan sendiri dari keahlian yang dimiliknya. Namun ada juga yang berakhir dibalik jeruji besi karena dianggap sangat merugikan.

Mungkin 5 Aksi Hacker Muda berikut ini bisa mewakili hacker muda yang bikin heboh. 

1. Mencuri Karya Penyanyi
Mencuri karya lagu-lagu penyanyi terkenal sudah sering terjadi, seperti khasus Dua Hacker Curi Lagu Michael JacksonTahun lalu, hacker yang menamakan dirinya DJ Stolen berhasil meretas ke dalam komputer beberapa penyanyi pop ternama seperti Lady Gaga, Ke$ha, Leona Lewis, Justin Timberlake, dan Mariah Carey.

Setelah sukes menyusup ke dalam komputer para artis tersebut, pelaku yang saat itu masih berusia 18 tahun langsung mencuri seluruh lagu yang belum dipublikasikan penyanyi tersebut.


Berkat kenakalannya, remaja tersebut berhasil mendulang uang lebih dari 15,000 euro. Namun pada akhirnya ia harus rela meringkuk di balik jeruji selama 18 bulan.

2. Menyerang Pentagon, CIA, Sony dan Nintendo
Aksi Ryan Cleary (20 tahun) dan Jake Davis (19 tahun) memang sangat menghebohkan. Bagaimana tidak? Keduanya menyerang sistem keamanan situs besar seperti CIA, Pentagon, News International, Sony, Nintendo, Arizona State Police, dan 20th Century Fox.

Hebatnya lagi serangan yang menggunakan metode DDoS itu mereka lakukan dari kamar tidur. Kini keduanya tengah menjalani proses hukum untuk bertanggung jawab atas aksinya tersebut.

3. Menggempur Server Call of Duty
Berbeda dengan peretas lainnya yang menyerang situs-situs besar, hacker yang juga hobi bermain game ini justru meretas ke dalam server Call of Duty Modern Warfare 2.

Beruntung, perbuatannya itu tidak membawa ia ke balik jeruji besi, melainkan malah dilirik oleh Microsoft untuk dipekerjakan sebagai salah satu karyawannya.

4. 90 Hari, Bobol 259 Situs
Pemerintah Australia beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan kelakuan remaja berusia 15 tahun yang berhasil meretas 259 situs ternama hanya dalam 90 hari.

Anak yang tidak diungkap identitas aslinya ini memang tergolong hebat, setiap beraksi ia selalu memalsukan alamat IP dan menghilangkan sejumlah bukti.

Seluruh situs yang menjadi korban pelaku adalah pelaku industri di Australia, ada yang bergerak di bidang olah raga, pariwisata, situs dewasa, dan beberapa bidang lainnya. Semua situs tersebut diobok-obok sejak Januari hingga Maret 2012.

Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian, bocah tersebut mengaku tidak memiliki motif jahat. Ia hanya merasa bosan dan ingin membuktikan kemampuan kepada seluruh temannya di forum lokal khusus peretas. Konon di forum ini ia menduduki peringkat ke 50 dari 2.000 hacker yang aktif.

Dalam aksinya, bocah dengan nickname ACK!3STX menggunakan aplikasi khusus yang membuatnya tidak terdeteksi. Namun naas, software yang ia andalkan itu tidak berhasil melindunginya dari intaian satuan Cyber Crime Competence Centre Australia.

5. Meretas Sistem Interpol
Hacker 18 tahun asal Yunani ini sekarang harus meringkuk di bui. Ia terbukti telah meretas ke dalam situs pemerintah Amerika Serikat dan memasukan virus ke dalamnya.

Bukan hanya itu, polisi Yunani yang berhasil menciduknya pun menemukan senjata dan 130 kartu kredit palsu di kediamannya. Ia pun dituntut 6 tahun penjara karena menerobos jaringan komputer, memilki senjata ilegal, dan kartu kredit palsu.
»»  Read more...

Kamis, 26 Juli 2012

Deface Website Dengan Teknik XSS Vulnerability

XSS Vulnerability adalah suatu cara memasukan code/script HTML kedalam suatu website dan dijalankan melalui browser di client. Ok deh, Langsung aja kita bahas bersama Cara Deface Website Menggunakan Teknik XSS Vulnerability ini.


1. Masukkan Dorknya  inurl:"/showcatrows.php?CategoryID="


2. Pilih Website yang akan di deface
ex: http://www.examsolutions.co.uk/...?CategoryID=13


3. Tambahkan kode HTML deface di akhir URL 'target'
Kode: "><marquee><h1>Hacked by Saya Berbagii Blog</h1></marquee>
Menjadi: http://www.examsolutions.co.uk/...?CategoryID=13"><marquee><h1>Hacked by Saya Berbagii Blog | Just visit http://sayaberbagii.blogspot.com/</h1></marquee>

Yang berwarna merah bisa Anda tukar dengan apa yang Anda mau 

4. Tekan 'Enter' dan lihat hasilnya..


Cara yang digunakan sangat simple, kita memanfaatkan celah keamanan pada XSS sebuah website dan memasukan sebuah code/script HTML.
»»  Read more...

Kamis, 19 Juli 2012

Cara Hacker Membobol Website atau Blog


Banyak cara yang  digunakan hacker untuk membobol website atau blog, diantara:

1. IP Spoofing
2. FTP Attack
3. Unix Finger Exploits
4. Flooding & Broadcasting
5. Fragmented Packet Attacks
6. E-mail Exploits
7. DNS and BIND Vulnerabilities
8. Password Attacks
9.Proxy Server Attacks
10. Remote Command Processing Attacks
11. Remote File System Attack
12. Selective Program Insertions
13. Port Scanning
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
15. HTTPD Attacks


Penjelasan dari teknik-teknik hacker adalah sebagai berikut:
1. IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.

IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ?mengakali? packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang.

3. Unix Finger Exploits
Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.
Utility ini juga Menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha kracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar memberitahu password dan kode akses terhadap system.
4. Flooding & Broadcasting
Seorang attacker bisa mengurangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang Menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.
Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.
5. Fragmented Packet Attacks
Data-data internet yang ditransmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama ( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.
6. E-mail Exploits
Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).
7. DNS and BIND Vulnerabilities
Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).
8. Password Attacks
Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password.
Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, kracking dan sniffing.
9. Proxy Server Attacks
Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network.
10. Remote Command Processing Attacks
Trusted Relationship antara dua atau lebih host Menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.
11. Remote File System Attack
Protocol-protokol untuk tranportasi data ?tulang punggung dari internet? adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file
12. Selective Program Insertions
Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ?) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.
13. Port Scanning
Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.
15. HTTPD Attacks
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
»»  Read more...

Kamis, 12 Juli 2012

3 Tampang Hacker Senior Indonesia

1. Dani Firmansyah A.K.A Xnuxer

Dani Firmansyah adalah nama asli dari Xnuxer (panggilan didunia maya). Pernah ditangkap Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya pada tanggal 24 April 2004 sekitar pukul 17:20 di Jakarta.



Jumat 16 April, Xnuxer mencoba melakukan tes sistem sekuriti kpu.go.id melalui XSS (cross site scripting) dari IP 202.158.10.117, namun dilayar keluar message risk dengan level low (website KPU belum tembus atau rusak).

Sabtu 17 April 2004 pukul 03.12,42, Xnuxer mencoba lagi melakukan penetrasi ke server tnp.kpu.go.id dengan cara SQL Injection dan berhasil menembus IP tnp.kpu.go.id 203.130.201.134, serta berhasil meng-up date daftar nama partai pada pukul 11.23,16 sampai pukul 11.34,27.

Teknik yang dipakai Xnuxer dalam meng-hack yakni melalui teknik spoofing (penyesatan). Xnuxer melakukan serangan dari IP 202.158.10.117, kemudian membuka IP Proxy Anonymous Thailand 208.147.1.1 sebelum msuk ke IP tnp.kpu.go.id 203.130.201.134, dan berhasil membuka tampilan nama 24 partai politik peserta pemilu.

Beruntung Xnuxer meng-hack situs KPU hanya karena ingin mengetes keamanan sistem keamanan server tnp.kpu.go.id, tanpa ada muatan politik. Di tambah, sifat Xnuxer yang sangat cooperatif, akhirnya Xnuxer hanya di bui beberapa bulan saja.

2. Onno W. Purbo A.K.A Kang Onno

Onno W.Purbo atau yang lebih akrab di sapa Kang Onno. Julukan “profesor internet” dan “sesepuh open source” sering sekali ditujukan kepadanya. Namun hal itu ternyata tidak identik dengan penampilannya serta tutur bahasanya yang jelas, lugas, kadang-kadang justru sedikit “gila”. Sungguh berbeda dengan konsep-konsep teknologi rumit yang saya kira biasa “lekat” pada namanya.

Onno Widodo Purbo (lahir di Bandung 17 Agustus 1962) adalah seorang tokoh yang kemudian lebih dikenal sebagai pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia. Ia memulai pendidikan akademis di ITB pada jurusan Teknik Elektro pada tahun 1981. Enam tahun kemudian ia lulus dengan predikat wisudawan terbaik, kemudian melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAU-ME.

RT/RW-Net adalah salah satu dari sekian banyak gagasan yang dilontarkan. Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi media, seminar, konferensi nasional maupun internasional. Percaya filosofy copyleft, banyak tulisannya dipublikasi secara gratis di internet. Pejuang kemerdekaan frekuensi 2.4 GHz, VOIP-Rakyat, dan Antena Wifi dari kaleng.

3. I Made Wiryana A.K.A Pak Made

Pak Made panggilannya, lulusan Universitas Gundarma yang dahulu masih bernama STIMIK Gunadarma tahun 1992 ini dipercaya memegang Cyber Paspampres. Beliau pula mewakili IPKIN dalam kelom­pok kerja Stan­dard­is­asi Pro­fesi TI untuk Asia Pasi­fik (SEARCC). Beliau yang mempelopori perkembangan LINUX di Indonesia. Hingga saat ini status pekerjaan beliau ialah dosen tetap Universitas Gunadarma.

I Made WiryanaBeliau adalah Cyber Pas­pam­pres, saat ini bertang­gung jawab dalam di­ain dan pen­gelo­laan tek­nis situs Pres­i­den SBY. (Per­nah digem­pur meng­gu­nakan teknik DDos (Dis­trib­uted Denial of Ser­vice), namun dalam waktu hitun­gan detik back-up server lang­sung up).Beliau juga pelo­por perkem­ban­gan Linux di Indone­sia bersama pak Rus­manto (redak­tur Info Linux). Beliau menye­le­saikan pen­didikan di dua insti­tusi pen­didikan yaitu S1-Fisika Uni­ver­si­tas Indone­sia pada tahun 1991 dan S1 Teknik Infor­matika STIMIK Gunadarma tahun 1992 dan melan­jutkan Mag­is­ter di eidith cowan uni­ver­sity Aus­tralia dan sejak tahun 2004 sam­pai sekarang sedang menye­le­saikan pro­gram Dok­toral di RVS.

Beliau menan­gani per­an­can­gan dan imple­men­tasi jaringan Inter­net di Uni­ver­si­tas Gunadarma den­gan meman­faatkan sis­tem Open Source dari awal­nya. Mewak­ili IPKIN dalam kelom­pok kerja Stan­dard­is­asi Pro­fesi TI untuk Asia Pasi­fik (SEARCC). Aktif men­jadi koor­di­na­tor beber­apa proyek pen­er­jema­han pro­gram Open Source seperti KDE, SuSE, Abi­word dan juga seba­gai advi­sor pada Trustix Merdeka, dis­tibusi Linux Indone­sia yang per­tama, serta koor­di­na­tor tek­nis WinBI dis­tro berba­hasa Indone­sia yang dispon­sori oleh BPPT. Aktif menulis di Detik.com, Sat­unet, KOMPUTEK, MIKRODATA, ELEKTRO, PC Mag­a­zine Indone­sia, BISKOM, KONTAN, Warta eGov dan pengisi kolom tetap dan pendiri INFOLINUX, dan aktif berkon­tribusi melalui TIM PANDU.
Sta­tus peker­jaan­nya adalah Dosen Tetap Uni­ver­si­tas Gunadarma.
»»  Read more...

Rabu, 04 Juli 2012

Hacker Klaim Bobol 97 Bank, Ribuan Data Nasabah Diumbar



Seorang hacker mengklaim telah berhasil meretas sistem 97 bank dan mencuri ribuan data. Untuk membuktikan hal itu, Ia membeberkan ribuan data para nasabah bank tersebut.  

Beberapa data korban seperti nama lengkap, alamat, email, dan nomor telepon dibeberkan di situs pastebin. Di situs pastebin, sedikitnya dibeberkan 1.700 data nasabah yang Ia klaim berasal dari bank di kawasan Amerika Serikat dan kota-kota lain di seluruh dunia. Di situs tersebut juga disertakan tautan untuk mengunduh data lainnya sebesar 50 GB yang terdiri dari 113 halaman.



Hacker tersebut dikenal dengan nama Reckz0r.


“Saya telah menembus 97 bank besar, dan saya telah menargetkan bank-bank ini sejak 3 bulan,” tulis Reckz0r di akun twitternya @Reckz0r.

Nama Reckz0r sendiri sudah cukup lama lalu lalang di dunia dedemit maya. Ia adalah seorang hacktivist yang mulai melakukan hacking pada tahun 2002. Pada tahun 2010 Ia bergabung secara online dengan kelompok hacker Anonymous, sekarang Ia hanya seorang mantan dari kelompok besar 'Anonymous'. Ia juga mantap anggota sebuah organisasi bernama "UGNazi".

Ia juga sempat mengaku akan mengundurkan diri dari dunia hacking dan berhenti melakukan aksi meretas yang merusak, namun entah mengapa sosok ini kembali hadir dengan aksi pembobolan yang cukup merisaukan.
»»  Read more...
Terima kasih telah mengisi Buku Tamu :)